Blog Section

Mengapa Gigi Saya Berjejal?

Mengapa Gigi Saya Berjejal?

Sekarang ini bila kita melihat di acara televisi atau majalah seringkali kita melihat senyum yang sempurna, dengan susunan gigi yang rata, rapi tanpa cela. Namun ternyata bila kita melihat kenyataan sehari-hari jarang sekali kita melihat seseorang dengan gigi yang rapi sempurna seperti itu, bahkan seringnya dengan gigi yang berjejal, bertumpuk tidak rapi.

Namun apakah yang menyebabkan gigi menjadi berjejal?

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gigi tumbuh berjejal, berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Faktor Genetik

Genetik adalah penyebab paling banyak terjadinya gigi berjejal. Sama seperti warna kulit atau mata, rambut lurus atau keriting, ciri dan karakteristik tulang rahang dan gigi juga diturunkan dari orangtua kita.

pasien dengan gigi berjejal

pasien dengan gigi berjejal

Susunan gigi yang berjejal juga merupakan hal yang diturunkan. Misalkan jika seseorang memiliki ukuran tulang rahang yang terlalu kecil untuk “menampung” keseluruhan gigi geligi, maka gigi akan tumbuh berjejal karena kurangnya ruangan untuk dapat tumbuh dengan posisi yang benar. Hal yang sama juga dapat terjadi bila seseorang memiliki ukuran gigi yang relatif besar dibandingkan dengan ukuran tulang rahangnya.

pasien mesioden gigi berjejal

Pasien dengan mesioden (gigi berlebih di regio depan/ anterior). Pic Source: toothfulness.blogspot.co.id

Contoh lain adalah apabila seseorang memiliki gigi “extra”/ gigi berlebih (di luar dari 32 gigi) atau disebut supernumerary tooth, maka adanya gigi berlebih tersebut akan menyebabkan kurangnya ruangan untuk gigi-gigi lain bertumbuh dalam posisi yang benar.

 

  1. Kebiasaan buruk/bad habit

Beberapa kebiasaan buruk yang dimulai dari kecil juga akan memberikan efek buruk yang baru akan terlihat bertahun-tahun kemudian.

 

anak-hisap-ibu-jari

Thumb sucking / kebiasaan mengisap ibu jari (pic source: sfgate.com)

Misalkan kebiasaan menghisap jari yang dilakukan bayi, bila kebiasaan ini terus berlanjut sampai fase anak-anak, maka ketika mereka bertambah besar,  gigi -gigi yang ada akan tumbuh menjadi berjejal, dengan disertai penyempitan lengkung rahang atas.

 

  1. Faktor lokal

Adanya trauma seperti benturan yang keras pada tulang rahang atau pada mulut dapat menyebabkan bergeraknya gigi dari posisi seharusnya.

 

Kurangnya pemeliharaan gigi mulai dari usia anak-anak (gigi susu) juga seringkali menjadi penyebab gigi berjejal. Bila seorang anak kehilangan gigi susu terlalu dini misalkan karena gigi tersebut rusak parah, maka gigi yang berdekatan dengan gigi yang hilang akan bergeser ke arah ruangan kosong tersebut, sehingga ruang untuk gigi permanan yang akan tumbuh akan berkurang dan akhirnya tumbuh tidak pada posisi yang benar. Karena itu merawat gigi mulai dari masa anak-anak sangat penting untuk mencegah terjadinya gigi berjejal pada saat gigi permanen tumbuh. Bila gigi susu harus dicabut/hilang terlalu dini, maka sebaiknya dibuatkan space maintainer  untuk mencegah pergeseran gigi yang tidak diinginkan.

Ilustrasi gigi susu yang rusak dan tidak dapat dipertahankan lagi kemudian dicabut jauh sebelum waktu gigi itu seharusnya tanggal. Ruangan yang ada untuk pertumbuhan gigi pengganti kemudian mengecil karena pergeseran gigi-gigi yang bersebelahan. Pada akhirnya gigi tetap/ gigi pengganti tumbuh pada posisi yang tidak benar.

Hal lain yang dapat menjadi faktor lokal adalah persistensi gigi susu yaitu gigi susu tidak kunjung copot/tanggal sehingga menyebabkan gigi permanen pengganti tidak dapat keluar pada posisi yang benar.

gigi-permanen-tumbuh-ke-belakang

Gigi permanen tumbuh lebih ke belakang karena gigi susu mengalami persistensi/ tidak tanggal pada waktunya

Pada banyak kasus gigi berjejal adalah bersifat genetik dan tidak dapat dihindari, namun dapat dirawat dengan perawatan ortodonti dengan behel/bracket. TETAPI untuk penyebab gigi berjejal yang berasal dari faktor kebiasaan buruk dan faktor lokal, maka kedua faktor tersebut dapat dihindari. Adalah peran orangtua terhadap anak-anaknya agar memelihara kesehatan gigi mulai dari fase gigi susu dan rutin memeriksakan gigi dan mulut anak ke dokter gigi sehingga pada saat dewasa, gigi mereka dapat tumbuh rapi dan tidak berjejal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *