Blog Section

Perawatan Gigi Pada Ibu Hamil, Amankah?

Perawatan Gigi Pada Ibu Hamil, Amankah?

Kehamilan merupakan momen yang membahagiakan. Namun, momen membahagiakan sering menjadi resah akan hal yang dapat membahayakan bayinya. Hal tersebut salah satunya merujuk pada perawatan gigi dan mulut. Selama ini, perawatan gigi pada ibu hamil biasanya dianggap akan membahayakan ibu dan janin. Namun, hal ini tidak benar karena justru dalam kondisi hamil disarankan untuk memeriksakan kesehatan gigi seawal mungkin ke dokter gigi. Ibu hamil sangat rentan dan berisiko tinggi mengalami pembengkakan gusi, gusi berdarah, mulut kering, atau gigi yang lebih sensitif, dan masalah lainnya. Padahal, masalah gigi dan mulut tersebut jika tidak ditangani akan berpengaruh terhadap kondisi ibu dan bayi.

Ibu hamil kerap mengalami peradangan pada gusi (gingivitis), ditandai dengan gusi yang menjadi merah, membengkak, dan mudah berdarah. Ini dapat terjadi akibat peradangan yang sudah ada diperburuk perubahan hormonal selama kehamilan. Kondisi ini disebabkan ibu hamil kurang menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Sering mual dan muntah (morning sickness) yang dialami selama kehamilan berpengaruh juga ke gigi akibat peningkatan asam yang dapat mengikis dan merusak gigi. Setelah ibu hamil muntah, dianjurkan untuk berkumur dengan air dan tunggu sekitar setengah jam baru menyikat gigi untuk menghindari semakin terkikisnya gigi. Risiko terjadinya karies gigi (gigi berlubang) yang bertambah parah juga menjadi masalah apabila lubang semakin dalam dan menyebabkan sakit gigi ataupun gusi bengkak (abses gigi). Secara garis besar, ibu hamil yang memiliki masalah pada gigi dan mulutnya akan menyebabkan sulit makan, alhasil, nutrisi yang seharusnya masuk untuk janin berkurang karena rasa tidak nyaman saat makan. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Tindakan perawatan gigi pada umumnya dapat dilakukan pada semua periode kehamilan, meskipun lebih ideal dilakukan pada trimester kedua. Pada trimester pertama kehamilan, organ vital bayi sedang terbentuk sehingga tindakan perawatan gigi atau obat-obatan sebaiknya dihindari. Trimester ketiga kehamilan masih aman untuk tindakan, tetapi akan tidak nyaman pada punggung jika perawatan gigi dilakukan dalam waktu yang lama dan kemungkinan kontraksi terjadi lebih cepat mengakibatkan kelahiran prematur. Saat memeriksakan diri ke dokter gigi, beritahukan kepada dokter gigi bahwa anda sedang hamil.

Ibu hamil sebaiknya menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi 2 kali sehari pagi (setelah sarapan) dan malam (sebelum tidur), membersihkan sela gigi dengan benang gigi/sikat interdental, serta menggunakan obat kumur antimikroba untuk mencegah bakteri. Jangan lupa untuk kontrol rutin ke dokter gigi selama 6 bulan sekali, tidak menunggu hanya saat ada keluhan saja. Bahkan sebelum kehamilan terjadi, penting untuk kontrol berkala ke dokter gigi agar nantinya tidak menimbulkan masalah serius

More

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Halitosis (Bau Mulut) Secara Medis

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Halitosis (Bau Mulut) Secara Medis

Pernahkah kamu merasa kurang nyaman berbicara dengan seseorang karena saat berbicara, tercium bau kurang sedap yang memuat dari mulut mereka? Ya, ini adalah Halitosis atau dikenal dengan bau mulut, yaitu merupakan kondisi dimana mulut mengeluarkan bau yang tidak sedap, tidak menyenangkan, dan menusuk hidung. Bau mulut ini akan menjadi masalah yang dapat memengaruhi kualitas hidup karena menurunnya kepercayaan diri dan terganggunya hubungan sosial seseorang.

 Jarang sekali orang yang menyadari bahwa mulutnya mengeluarkan bau tak sedap. Seseorang baru menyadari ketika orang-orang disekitarnya dengan refleks menutup hidung saat berkomunikasi dengan mereka. Diperkirakan 50% penduduk mengalami halitosis dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Dampaknya pun cukup signifikan baik secara pribadi maupun secara sosial.

Penyebab Bau Mulut (Halitosis)

Penyebab bau mulut (halitosis) bisa secara langsung, misal setelah makan makanan yang beraroma (petai, jengkol, durian, bawang,dsb). Tetapi akan menjadi masalah serius jika nafas bau mulut ini bersifat menetap (chronic halitosis). Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab bau mulut. biasanya terjadi karena kebersihan mulut yang buruk. Halitosis disebabkan oleh adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs), yaitu hydrogen sulfida, metil mercaptan, dan dimetil sulfida. VSC ini merupakan produk metabolisme bakteri yang ada di dalam mulut yang secara normal hidup di permukaan lidah. Pakar biologi pada pertemuan Perhimpunan Riset Dental Amerika melaporkan hasil temuan bahwa bakteri penyebab bau mulut adalah Solobacterium moorei. Rongga mulut berisikan jutaan bakteri anaerob yang mengolah protein dari makanan dan menguraikannya, seperti Fusobacterium dan Actinomyces. Proses penguraian protein tersebut menghasilkan bau. Penyebab mendasar dari nafas bau adalah lapisan yang menutupi permukaan bagian belakang lidah. Selain itu, akumulasi bakteri dalam mulut seseorang yang menyebabkan pH dalam rongga mulut bertambah banyak yang dapat berubah menjadi alkali dan mendorong pertumbuhan kuman negatif sehingga menimbulkan bau busuk.

Secara garis besar, halitosis dapat dibagi menjadi 3, yaitu : Genuine halitosis, pseudo-halitosis, dan halitofobia. Genuine halitosis dapat terjadi baik secara fisiologis maupun patologis. Halitosis dapat terjadi secara fisiologis karena menurunnya laju alir saliva ketika tidur dan karena beberapa makanan yang memiliki bau yang khas. Halitosis yang terjadi secara patologis disebabkan oleh hubungan multifaktorial antara lain :

  • Faktor lokal 

Biasanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk yang dapat terlihat dari adanya plak dan karang gigi, lidah yang berkerak (tongue coating), gigi berlubang/karies. Permukaan lidah dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dari sisa makanan dan saliva yang dimetabolisme dan memproduksi VSC. 

  • Faktor sistemik 

Selain faktor local yang disebutkan di atas, faktor sistemik juga menjadi salah satu penyebab bau mulut. Penyakit yang berhubungan dengan bau mulut yaitu infeksi saluran napas atas, diabetes, gagal ginjal, penyakit pencernaan (GERD), serta konsumsi obat-obatan tertentu seperti metronidazole, bifosfonat, antihistamin, antidepresan, diuretic, antipilepsi, dan relksan otot yang efeknya dapat membuat mulut kering.

  • Faktor psikogenik

Stress dan kecemasan dapat menjadi penyebab menurunnya laju alir saliva sehingga terjadi retensi plak yang menyebabkan peningkatan VSC dan bau mulut.

Selain genuine halitosis, jenis halitosis lainnya yaitu pseudo-halitosis dan halitofobia yang merupakan kondisi dimana seseorang meyakini dirinya memiliki halitosis walau sebenarnya orang tersebut tidak memiliki halitosis. Halitosis ini biasanya akan dikonsultasikan ke psikiatri untuk penanganannya.

Gejala dan Penanggulangan Bau Mulut

Gejala halitosis antara lain : mulut kering, mulut terbakar, adanya lapisan putih dan banyak lendir pada lidah dan tenggorokan, air liur yang kental, rasa metal pada mulut.

Jadi, bagaimana sih cara penanggulangan dan pencegahan bau mulut?

Caranya yaitu  dengan memperbaiki kebersihan rongga mulut,  yang dapat dilakukan sehari-hari seperti menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tepat, menyikat lidah, menggunakan benang gigi dan sikat gigi interdental, serta rutin membersihkan gigi tiruan (jika ada). Selain itu, penambalan pada gigi yang berlubang, pencabutan sisa akar, dan pembersihan karang gigi juga perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi rongga mulut. 

Jika merasa bau mulut, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan perawatan yang tepat. 

 

Referensi :

Contemporary Oral Medicine : A Comprehensive Approach to Clinical Practice

More

Penggunaan mini screw / mini implant dalam perawatan ortodonti

Penggunaan mini screw / mini implant dalam perawatan ortodonti

Saat ini, penggunaan behel sudah menjadi solusi yang popular diantara banyak pasien untuk memperbaiki kondisi gigi yang terlihat “berantakan”. Pasien rata-rata sudah paham dengan proses perawatan ortodonti dari pemasangan behel, yaitu berupa pemasangan komponen bracket (besi yang menempel di gigi), karet orto, sampai pasien harus datang untuk kontrol ke ortodontis sebulan sekali. Namun, pada kenyataan untuk mendapatkan untuk mendapatkan hasil perawatan yang ideal, ada berbagai macam prosedur tambahan yang penting. Salah satunya adalah pemasangan mini screw. Walaupun kurang popular dan pasien cenderung “ragu” setelah melihat dimana mini screw dipasang, mini screw mempunyai berbagai manfaat dan kegunaan penting untuk keberhasilan perawatan ortodonti. Apa dan bagaimana pentingnya sih mini screw? Dan, bagaimana sebenarnya proses pemasangan mini screw?

Mini screw adalah komponen penting dalam perawatan ortodonti, yang berupa sekrup/ pin berukuran kecil dimasukkan/ “ditanam” ke dalam rahang dengan kedalaman tertentu kemudian dihubungkan dengan satu gigi atau beberapa gigi untuk menggerakkan gigi/ beberapa gigi tersebut secara perlahan ke tempat yang seharusnya dalam perawatan ortodonti.

 

Tujuan mini screw adalah sebagai berikut:

  1. sebagai tumpuan (jangkar) yang stabil dan baik untuk menahan gaya tarik yang terlalu besar pada proses menggerakkan gigi dalam perawatan ortodonti.
  2. Sebagai tumpuan (jangkar) jika gigi belakang sudah hilang/ rusak.
  3. Mencegah pergerakan gigi yang tidak diinginkan akibat menahan gaya tarik terlalu besar.

 

Mini screw sangat berguna untuk hasil perawatan ortodonti yang optimal. Banyak kasus-kasus dalam perawatan ortodonti yang sulit dikoreksi tanpa dilakukan pemasangan mini screw sehingga saat pasien menolak dilakukan pemasangan mini screw hasil akhir perawatannya juga tidak memuaskan.

Prosedur penempatan mini screw mempunyai banyak keuntungan, seperti:

  1. Walau terlihat invasif pada kenyataannya prosedurnya tidak menyakitkan dan cepat.
  2. Mempersingkat waktu perawatan ortodonti
  3. Sangat nyaman untuk pasien.
  4. Pasien mendapatkan hasil perawatan yang optimal
  5. Murah
  6. Jarang sekali menimbulkan komplikasi. Untuk menghindarinya, pasien harus kooperatif dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut sehari-hari.

Prosedur pemasangan mini screw sangat cepat, tidak menyakitkan, dan mudah. Secara garis besar, prosedurnya seperti ini:

  1. Ortodontis akan mengoleskan anastesi topikal kemudian melakukan anastesi lokal yang terbatas hanya pada area mini screw ditempatkan.
    penggunaan-anastesi-topikal
  2. Setelah itu, mini screw dimasukkan ke dalam rahang.
    mini-screw-ke dalam-rahang
  3. Lalu, mini screw langsung berguna sebagai jangkar dengan menghubungkannya dengan gigi yang akan digerakan dengan karet/ kawat halus.
    mini-screw-kawat-halus
  4. Setelah prosedur biasanya tidak dirasakan sakit, atau jika ada ketidaknyamanan hanya terjadi pada beberapa hari dan ortodontis akan meresepkan anti sakit untuk diminum.
    Kondisi yang timbul setelah pemasangan umumnya berupa rasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Kondisi tersebut akan hilang dalam beberapa hari jika kebersihan gigi dan mulut dijaga.
  5. Mini screw akan segera dilepas jika tidak lagi dibutuhkan dalam perawatan ortodonti. Proses melepaskannya juga singkat dan tidak menyakitkan sehingga tidak diperlukan anastesi lokal. Umumnya, gusi dan tulang bekas pemasangan mini screw akan segera membaik dalam beberapa hari.

Untuk melihat manfaat besar mini screw dalam perawatan ortodonti, dibawah ini kami sertakan foto-foto dari perawatan-perawatan ortodonti dengan memakai mini screw sesuai indikasi permasalahannya (Sumber: Carano, Velo, Leone, Sicilian.2005.  Journal Clinical Applicationof the Mini screw Anchorage System. JCO.Inc) :

  1. Perawatan yang ditujukan menutup ruang akibat pencabutan gigi dan menarik gigi depan kebelakangContoh gambar dari perawatan ortodontinya:

    Screenshot(5)Kondisi awal terdapat ruang dibelakang gigi taring
    dan gigi depan rahang atas ingin dimundurkan

    Mini screw sudah dipasang (yang ditunjuk panah hitam) dan perawatan sudah berjalan,
    terlihat ruang akibat pencabutan sudah mulai tertutup

    Ruangan sudah hampir tertutup sepenuhnya dan
    gigi depan sudah rapih tertarik ke belakang

    Hasil akhir dari perawatan dengan mini screw. Mini screw sudah dilepas
    dan tulang dan gusi tempat mini screw dipasang sudah baik.

  2. Perawatan untuk memperbaiki deretan batas bawah gigi depan yang miring dan garis tengah gigi yang bergeser.
    Contoh gambar dari perawatan ortodontinya:

    Kondisi awal dari gigi-gigi rahang atas. Terlihat batas bawah gigi-gigi depan rahang atas miring dan garis tengah gigi bergeser

     

    Mini screw dipasang di rahang atas bagian kiri pasien

    Mini screw dipasang di rahang atas bagian kiri pasien

     

    Kemajuan perawatan terlihat batas bawah gigi-gigi depan rahang atas sudah terlihat lurus.

    Kemajuan perawatan terlihat batas bawah gigi-gigi depan rahang atas sudah terlihat lurus.

     

    Hasil akhir perawatan dengan mini screw yang telah dilepas. Batas bawah sudah terlihat lurus dan garis tengah gigi sudah berada di posisi yang sesuai.

    Hasil akhir perawatan dengan mini screw yang telah dilepas. Batas bawah sudah terlihat lurus dan garis tengah gigi sudah berada di posisi yang sesuai.

     

  3. Perawatan untuk menarik gigi taring yang impaksi (posisi gigi masih berada didalam rahang)
    Contoh gambar dari perawatan ortodontinya :

    Kondisi awal gigi taring tidak ada terlihat, tetapi gigi susu (gigi yang berwarna kecoklatan belum tanggal, padahal seharusnya sudah) masih ada

    Kondisi awal gigi taring tidak ada terlihat, tetapi gigi susu (gigi yang berwarna kecoklatan belum tanggal, padahal seharusnya sudah) masih ada

     

    Dari rontgen terlihat gigi taring masih tertanam di dalam rahang.

    Dari rontgen terlihat gigi taring masih tertanam di dalam rahang.

     

    Mini screw telah ditempatkan pada gigi taring yang masih tertanam didalam rahang dan gigi susu dicabut agar terdapat tempat untuk gigi taring.

    Mini screw telah ditempatkan pada gigi taring yang masih tertanam didalam rahang dan gigi susu dicabut agar terdapat tempat untuk gigi taring.

     

    Gigi taring ditarik dan sudah mulai keluar dari dalam rahang

    Gigi taring ditarik dan sudah mulai keluar dari dalam rahang

     

    Hasil akhir perawatan, behel dan miniscrew telah dilepas, gigi taring sudah menempati posisi yang seharusnya.

    Hasil akhir perawatan, behel dan miniscrew telah dilepas, gigi taring sudah menempati posisi yang seharusnya.

     

  4. Perawatan untuk menarik gigi geraham yang turun kebawah akibat tidak adanya gigi lawan yang menahan.Contoh gambar dari perawatan ortodontinya :
    Kondisi awal terlihat gigi geraham rahang atas turun sampai permukaan akar yang seharusnya didalam gusi terlihat

    Kondisi awal terlihat gigi geraham rahang atas turun sampai permukaan akar yang seharusnya didalam gusi terlihat

     

    pemasangan behel

    pemasangan behel

     

    Perawatan sudah berjalan, mini screw sudah dipasang dan terlihat gigi geraham sudah tertarik masuk ke dalam gusi

    Perawatan sudah berjalan, mini screw sudah dipasang dan terlihat gigi geraham sudah tertarik masuk ke dalam gusi

     

  5. Menarik gigi bawah yang terlalu ke depan (cameh)

    Contoh gambar dari perawatan ortodontinya :

    Kondisi awal gigi depan rahang bawah lebih maju ke depan dibanding gigi depan rahang atas, mini screw sudah dipasang di rahang bawah.

    Kondisi awal gigi depan rahang bawah lebih maju ke depan dibanding gigi depan rahang atas, mini screw sudah dipasang di rahang bawah.

     

    Hasil perawatan gigi depan rahang bawah sudah berada di posisi seharusnya, yaitu dibelakang gigi depan rahang atas

    Hasil perawatan gigi depan rahang bawah sudah berada di posisi seharusnya, yaitu dibelakang gigi depan rahang atas

     

Kasus-kasus diatas hanya sebagian contoh dari perawatan ortodonti dengan mini screw. Pada akhirnya, ortodontis Anda yang akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk perlu atau tidaknya perawatan dengan mini screw untuk gigi Anda. Jadi, jangan ragu dan segera konsultasikan permasalahan gigi Anda, untuk mendapatkan senyum yang indah dengan gigi yang sehat dan rapi.

 

Butuh informasi lebih lanjut mengenai perawatan gigi? Silakan hubungi kontak kami berikut

WA :0821-2265-3850
Call  :0895334287786
Line : jbdental

More

Power Chain Di Seluruh Gigi? Yes Or No?

Power Chain Di Seluruh Gigi? Yes Or No?

“Dok, saya boleh pakai karet yang nyambung (power chain) ga? Saya bosan pakai karet yang satuan (O-ring)”

Pertanyaan atau permintaan semacam ini seringkali dilontarkan pasien pemakai behel kepada dokter spesialis ortodonti/ orthodontist bersangkutan yang merawat. Dapat dimaklumi karena selain ingin giginya rapi dengan memakai behel, pasien juga ingin terlihat trendi saat memakai behel dengan pemakaian karet berwarna. Namun benarkah pasien boleh memilih sesuka hati jenis karet yang dipasang pada behelnya?

Perlu diketahui bahwa o-ring atau powerchain bukanlah sekedar ‘alat’ untuk mempercantik tampilan behel, namun keduanya memiliki fungsi sendiri-sendiri, dan harus dipakai sesuai dengan mempertimbangkan pergerakkan gigi yang diinginkan

Apa sih sebenarnya bahaya pemakaian power chain yang tidak semestinya?

Power chain adalah suatu material berbahan dasar karet elastis berfungsi untuk menahan kawat/archwire di dalam slot bracket/ behel dan untuk menggerakkan gigi atau menutup ruangan yang ada di dalam lengkung gigi. Berbeda dengan karet o-ring yang bersifat pasif atau hanya menahan kawat pada slot bracket, power chain memiliki kekuatan tarikan bila diregangkan sehingga dapat menggerakkan gigi.

Bergantung pada jenis fase perawatan yang sedang dilakukan, pemakaian power chain di seluruh behel pada awal-awal perawatan akan menyebabkan efek “roller coaster”. Efek “Roller Coaster” terjadi ketika power chain dipakaikan di seluruh behel dan digunakan pada saat pasien memakai kawat/ archwire yang kecil dan lentur. Kawat yang kecil dan lentur (biasanya terbuat dari bahan nikel-titanium) tidak memiliki kekuatan untuk tetap kaku ketika suatu gaya tarikan (misalkan: pemakaian power chain) diaplikasikan, sehingga yang terjadi adalah pergerakkan gigi yang tidak diinginkan yaitu gigi geraham besar/ molar miring kearah depan dan menjadi sedikit turun, gigi geraham besar miring ke depan, gigi taring miring ke arah belakang, sedangkan gigi depan miring ke arah belakang dan menjadi turun sehingga menghasilkan gigitan yang dalam/ deepbite. Jadi bila dilihat dari samping, bidang gigitan/occlusal plane gigi pasien terlihat naik turun seperti roller coaster. Untuk mencegah hal ini maka harus dihindari pemakaian power chain/ penarikan gigi pada saat pasien masih memakai kawat kecil dan lentur.

 

bidang-oklusal-naik-turun

Bidang oklusal naik turun seperti roller coster disertai gigitan dalam pada gigi depan (anterior deep bite) akibat pemakaian power chain yang tidak semestinya

 

Kurangnya informasi yang ada serta persepsi yang salah di masyarakat bahwa behel/ bracket serta karet yang menempel pada bracket hanyalah aksesori untuk fashion menjadikan pasien cenderung melupakan peran Orthodontist/ dokter gigi spesialis ortodonti itu sendiri. Orthodontist adalah seorang dokter gigi yang spesialisasinya adalah melakukan perawatan merapikan gigi. Jadi dalam prakteknya Orthodontist akan menggerakkan gigi ke posisi yang diinginkan tentunya pertama-tama dengan mempertimbangkan kesehatan gigi dan mulut pasien.

Mengapa ditekankan mengenai kesehatan gigi dan mulut? Karena pergerakkan gigi ke posisi tidak semestinya dan gaya tarikan yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan pada tulang penyangga gigi/ jaringan periodontal, kerusakan mahkota gigi ataupun gangguan pada sendi rahang / sendi temporomandibular.

Tentunya seorang dokter gigi spesialis Ortodonti / Orthodontist memiliki pengetahuan biomekanika yang memadai sehingga mengetahui hal ini akan terjadi apabila powerchain dipakai dengan tidak semestinya.  Karena itu bila pasien meminta untuk memakai power chain dan dokter orto anda menolak, sekarang anda sudah tau penyebabnya yaa. Jadi sebagai kesimpulan, keputusan penggunaan komponen-komponen penggerak gigi dalam pemakaian behel sepenuhnya adalah di tangan dokter orto anda yang merawat, namun anda tetap diperbolehkan untuk memilih warna-warna yang anda inginkan dalam penggunaan karet yang ada.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perawatan ortodonti, silakan hubungi kami:

Call: 0895-33428-7786

WA: 0821-2265-3850

Line: jbdental

More

Mau Pasang Behel? Pertimbangkan Hal-Hal Ini Dulu Ya

Susunan gigi yang rapi dan cantik tentunya merupakan impian semua orang. Sayangnya tidak semua orang dikaruniai susunan gigi yang sudah rapi ‘dari sananya’. Faktor Genetik, kebiasaan buruk, faktor lingkungan semuanya dapat mempengaruhi susunan gigi seseorang. Mungkin anda salah satunya yang memiliki susunan gigi yang kurang baik/ maloklusi dan merasa sudah saatnya mendapatkan solusi dengan perawatan ortodonti/ behel. Sebelum itu ada baiknya anda mempertimbangkan hal-hal ini dahulu yaa

Memilih dokter gigi

Seperti yang telah disebutkan di blog-blog sebelumnya, jangan sembarang memilih dokter gigi ya. Untuk perawatan merapikan gigi harus dilakukan oleh dokter gigi yang telah memiliki gelar spesialis ortodonti (ada gelar Sp.Ort dibelakang namanya), bukan dokter gigi umum atau dokter gigi spesialisasi yang lain. (baca juga: mengapa perawatan merapikan gigi dengan behel sebaiknya dilakukan oleh ortodontis?)

Memilih bracket/ behel yang sesuai

Mungkin karena satu dan lain hal (misalkan karena pekerjaan) anda tidak diperbolehkan memakai bracket yang terlalu terlihat, anda dapat mendiskusikannya dengan dokter Orto anda. Ada beberapa alternatif untuk bracket yang tidak terlihat, contohnya bracket ceramic, lingual braces, atau clear aligner. Jangan segan-segan untuk bertanya pada dokter orto anda bracket/ behel yang sesuai dengan kondisi anda

Komitmen untuk melakukan kontrol bulanan

Berbeda dengan perawatan gigi yang lain, perawatan merapikan gigi bukanlah perawatan yang dapat selesai hanya dengan satu atau beberapa kali kunjungan saja. Diperlukan kerjasama dari pasien untuk dilakukan kontrol minimal sebulan sekali. Ketidakpatuhan pasien untuk melakukan kontrol rutin akan menyebabkan terhambatnya progress perawatan dan hasil yang tidak diharapkan

Komitmen untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut

Saat anda sedang memakai behel, sangat penting untuk melakukan penyikatan gigi yang benar dan menjaga agar bracket, wire/ kawat dan seluruh komponen behel dalam keadaan bersih. Rongga mulut yang bersih akan membantu anda dapat menyelesaikan perawatan ortodonti sesuai dengan waktu yang sudah diperkirakan, mengapa demikian? Karena adanya penyakit gusi atau gigi berlubang akibat kebersihan mulut yang buruk mengharuskan anda untuk memfokuskan perawatan pada area tersebut yang bermasalah, sehingga perawatan orto anda akan tertunda.

Mempersiapkan biaya

Perawatan merapikan gigi mungkin bukan termasuk perawatan yang murah, namun anda akan mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan dan yang pasti anda tidak akan menyesal dengan keputusan anda melakukan perawatan ortodonti/behel untuk merapikan gigi anda. (baca juga: mengapa pemasangan behel/kawat gigi oleh dokter gigi spesialis ortodonti terkesan mahal). Jangan terkecoh dengan biaya murah yang ditawarkan dokter gigi yang bukan ahli menangani kasus Ortodonti karena nantinya biaya yang perlu anda keluarkan untuk memperbaki hasil perawatan yang buruk akan lebih mahal lagi. Coba tanyakan kepada klinik/ dokter gigi spesialis ortodonti anda apakah ada sistem pembayaran dengan cicilan yang tentunya akan sangat meringankan anda.

More